UMKM antara Fakta, Permasalahan & Solusi

Bagi orang Indonesia yang pernah bepergian atau tingggal di negara lain pastinya sangat merasakan perbedaan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Dimana jika di tanah air saat kita beraktifitas sehari – hari tidak lepas dari berbagai layanan dan barang hasil dari pelaku UMKM.

Dimulai dengan aktivitas pagi saat sarapan, kita mencari bubur ayam, nasi pecel atau jajanan yang dijual oleh UMKM, ibu – ibu membeli kebutuhan dapur di warung dekat rumah dan mencuci pakaian, menitipkan anak-anak di playgroup terdekat yang juga merupakan UMKM. Di era digital saat ini, bahkan ada yang tidak memiliki toko dan hanya memasarkan produknya secara online, serta belum memiliki izin usaha. Pelaku usaha dengan ciri-ciri tersebut dapat kita jumpai di sekitar kita, baik itu saudara, tetangga, sahabat maupun diri kita sendiri. UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), namun jangan salah sangka,

si kecil ini memiliki kontribusi yang sangat besar dan krusial bagi perekonomian Indonesia secara makro

Berikut beberapa fakta tentang UMKM :

1. Usaha Mikro merupakan tahapan awal dalam seseorang masuk dalam dunia bisnis untuk menjadi seorang pengusaha.

2. Kebanyakan Usaha Mikro sebagai mata pencaharian utama.

3. Jika saat krisis ekonomi 1998 UMKM berperan besar dalam pemulihan ekonomi tapi sebaliknya di saat terjadi pandemi covid 19 sekarang ini,  justru para UMKM-lah yang paling merasakan dampaknya.

4. Data dari kementrian KUKM Jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 Jt atau 99,99 % dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.

4. UMKM memberikan kontribusi  PDB sebesar 61 % sisanya dari pengusaha besar yang notabene dimiliki 0.01 % pelaku usaha.

5. Usaha Mikro memang bukan usaha besar, tetapi bisa membawa perubahan besar bagi negara – pertumbuhan ekonomi, menyerap SDM banyak & menyebar sampai ke pelosok.

6. Pemerintah sangat memperdulikan sehingga dibentuk satu kementrian & dinas khusus yang mengurusi UMKM.

Dari fakta UMKM yang ada, saya sering mendapatkan “curhatan” tentang permasalahan mereka, berikut 7 Permasalahan kruasial yang sering saya terima dan tips cara mengatasinya.

1. KETERBATASAN MODAL USAHA

Permasalahan UKM paling utama  adalah minimnya modal usaha. Akibatnya, pengusaha tidak dapat meningkatkan produksinya untuk mencapai omset yang lebih banyak.

Ide bisnis baru untuk ekspansi bisnis seringkali harus dikesampingkan karena masalah yang satu ini.

Akar masalah ini sebenarnya sangat klasik.

Para pengusaha UKM sering kesulitan mencari modal pembiayaan dari perbankan, karena banyak persyaratan yang tidak terpenuhi.

SOLUSI : Jika Anda mengalami masalah ini maka kami memiliki solusi yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan modal kerja.

1.Mendapatkan investor untuk melakukan pengembangan usaha anda.

2. Melakukan sinergi usaha Bersama dengan mengambil peran yang berbeda.

3.Memanfaatkan berbagai lembaga pembiayaan yang menawarkan modal pembiayaan berdasarkan sistem crowdfunding ekuitas.

2. TIDAK TAHU CARA MEMBESARKAN BISNIS.

Permasalahan UMKM selanjutnya adalah minimnya pengetahuan pengusaha UMKM tentang manajemen bisnis yang baik. Banyak pelaku UKM hanya fokus memproduksi barang dan menjual, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi bisnisnya lebih besar lagi.

Akibatnya, pengusaha UMKM kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yang didapat tidak mengalami kenaikan.

SOLUSI : Agar Anda selalu up to date dengan perkembangan strategi bisnis terbaru, satu-satunya cara yang harus Anda lakukan adalah banyak membaca dan belajar.

Anda bisa belajar dari pengalaman yang dibagikan oleh banyak pelaku bisnis, buku, situs berita, jejaring sosial, atau melalui seminar, workshop, dll.

Selain itu, Anda juga sangat disarankan untuk bergabung ke suatu komunitas bisnis yang dapat mempertemukan Anda dengan banyak praktisi bisnis lainnya.

Dengan begitu, Anda bisa saling berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman bisnis Anda lebih luas lagi.

3. KESULITAN MENDISTRIBUSIKAN PRODUK.

Masalah distribusi produk ini sangat banyak dialami UMKM. Hingga saat ini, banyak UKM yang belum memiliki saluran untuk mendistribusikan produknya.

Kebanyakan hanya fokus mendistribusikan barang ke beberapa rekan dan pengepul yang mereka kenal. Tentunya cara pemasaran ini masih sangat sederhana dan jangkauannya tidak terlalu luas.

SOLUSI : Aktiflah mengikuti pameran produk yang diadakan berbagai lembaga pemerintah, swasta, maupun komunitas. Cara ini tidak ada salahnya Anda coba untuk memperluas jangkauan pasar Anda.

Selain itu, cobalah melakukan kerjasama dengan berbagai merchant/ outlet yang bisa membantu memasarkan produk Anda di toko mereka. Dengan begitu, pendistribusian produk Anda bisa lebih luas dan menjangkau pasar yang lebih luas juga.

Membuka peluang reseller/ dropshipper juga tidak ada salahnya untuk Anda coba. Dengan semakin banyaknya orang yang mempromosikan produk Anda, maka peluang terjadinya penjualan pun semakin besar.

 4. BELUM MEMAKSIMALKAN PEMASARAN ONLINE.

Salah satu faktor yang menyebabkan pendistribusian barang UKM kurang meluas karena pengusaha belum melakukan pemasaran online.

Mungkin, beberapa pelaku UKM sudah memasarkan produknya secara online melalui media sosial, situs marketplace, dll, akan tetapi dalam prakteknya masih kurang maksimal. Sehingga, hasil yang didapat pun kurang maksimal.

SOLUSI : Untuk memaksimalkan pemasaran online, hal utama yang harus dilakukan pengusaha UMKM adalah memilih saluran pemasaran online yang tepat, lalu fokus memasarkan di saluran tersebut, dan terus mengoptimasinya.

Untuk membantu melakukan promosi serta pemasaran online bisni Anda, akan lebih efektif dengan hasil maksimal Anda bisa menggunakan jasa Digital Agency, dimana salah satunya bisa menggunakan jasa Digital360

5.  BRANDING

Salah satu isu serius UMKM yang sering luput dari perhatian para pengusaha UMKM adalah branding. Tidak banyak UMKM yang menyadari pentingnya branding untuk produk dan bisnis mereka.

Sehingga sebagian besar pelaku UMKM hanya fokus pada penjualan, penjualan dan penjualan, tanpa memikirkan kualitas maupun pembentukan image merek produknya.

Padahal, menjaga kualitas branding sangat penting dalam upaya menumbuhkan bisnis UKM. Dengan kualitas merek yang baik, suatu produk akan lebih mudah diingat oleh masyarakat. Jadi kemungkinan penjualannya lebih besar.

SOLUSI : Untuk meningkatkan kualitas branding produk UMKM Anda, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses Opportunities, Threats) terhadap produk Anda.

Artinya, coba analisa apa saja kekuatan, kelemahan, serta peluang dan ancaman terhadap produk Anda.

Dari hasil analisa tersebut, coba temukan hal yang paling menonjol dan yang paling membedakan produk Anda dengan produk lain.

Setelah Anda temukan, cobalah untuk konsisten menonjolkan ciri khas produk Anda sebagai materi promosi. Bagaimana konsistensi Anda dalam mempertahankan ciri khas produk Anda inilah yang akan menentukan bagaimana kualitas brand / merk Anda.

Dimana salah satu unsur branding adalah design logo dan packaging, dan Anda bisa menyerahkan konsep design ke team ahli agar bisa mendapatkan hasil yang maximal, Anda bisa menggunakan jasa kustomkreatif untuk bisa mendapatkan hasil seperti yang Anda harapkan.

6. LEMAHNYA DALAM URUSAN KEUANGAN.

Banyak yang tidak sadar jika pencatatan keuangan yang baik adalah kunci evaluasi bisnis yang memadai  disisi lain hal ini menjadi permasalahan UKM yang cukup serius.

Dengan pembukuan yang baik, Anda bisa menganalisa penjualan usaha Anda secara lebih tepat sebagai pertmbangan untuk mengambil keputusan selanjutnya.

TIPS : Sekarang mulai atur kembali cara Anda melakukan pembukuan usaha setiap harinya. Tinggalkan cara manual dan mulailah melakukan pembukuan secara otomatis dengan bantuan software yang banyak beredar di pasar.

7. TIDAK MEMILIKI MENTOR

Tanpa memiliki mentor bisnis, seorang pengusaha UMKM akan kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Pengetahuannya seputar bisnis menjadi terbatas dan dia akan kesulitan dalam melakukan inovasi produk.

SOLUSI : Untuk mengatasi permasalahan UKM yang satu ini, maka Anda harus memiliki mentor bisnis yang bisa membimbing Anda lebih baik lagi dalam menjalankan usaha.

Memiliki mentor bisnis tidak berarti mengharuskan Anda untuk bersekolah bisnis atau bergabung dengan pelatihan eksklusif khusus pebisnis.

Yang terpenting, Anda harus tetap aktif untuk belajar keilmuan bisnis dari ahlinya. Bagaimana caranya? Kami telah jelaskan di poin kedua, bahwa Anda bisa belajar dari buku, situs berita, atau media sosial para ahli bisnis.

Anggaplah mereka sebagai mentor pribadi Anda, dan aktiflah belajar dari mereka.

Demikian ulasan tentang 7  permasalahan kritis yang dihadapi pengusaha UMKM dan cara mengatasinya. Sekarang coba analisis bisnis Anda. Manakah dari 7 permasalahan di atas yang mengganggu perkembangan usaha Anda?

Setelah Anda menemukan permasalahannya, coba perbaiki dengan tips solusi yang kami telah sampaikan.

Semoga UMKM tetap tumbuh dan berhasil mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia!

Maju terus & Sukses UMKM Indonesia !

Semoga Bermanfaat….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *